Kamis, 23 Oktober 2014

Tulisan 2 - Perancangan Kuesioner


A. TIPE-TIPE SURVAI
1. Wawancara Pribadi dengan Kuesioner
Kelebihan
a. Pertanyaan dan jawaban dapat dilakukan secara jelas.
b. Dapat digali informasi yang lebih terperinci
c.  Pewawancara  dapat mengkontrol pertanyaan (misalnya : masalah-masalah di lapangan dapat segera  diantisipasi).

Kelemahan
a. Membutuhkan banyak waktu dan biaya
b. Memerlukan orang yang ahli wawancara.

B. TEKNIK PEMBUATAN KUESIONER

1. Tujuan
1.1. Memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan survai
1.2. Memperoleh informasi dengan tingkat keandalan (reliability)dan keabsahan atau validitas (validity) setinggi mungkin.

Reability adalah tingkat kemantapan atau konsistensi suatu alat ukur. Alat ukur yang mantap    dengan sendirinya:
a. Dapat diandalkan (dependability).
b. Hasil pengukuran bisa diramalkan (predictability).
c. Dapat menunjukkan tingkat ketepatan.

Validitas atau keabsahan adalah menyangkut pemahaman mengenai kesesuaian antara konsep dengan kenyataan empiris. Reabilitas memberikan kesesuaian antara hasil-hasil pengukuran atau konsistensi pengukuran, sedangkan validitas merupakan kesesuain konsep pengukuran tersebut dengan fakta di lapangan.
          Suatu alat ukur (pengukuran) yang validitasnya atau tingkat keabsahannya tinggi secara otomatis biasanya dapat diandalkan (reliable). Namun sebaliknya, suatu pengukuran yang andal, belum tentu memiliki keabsahan yang tinggi.

Contoh:
        Apabila kita sakit demam, biasanya suhu meningkat, misalnya  40⁰C. Tetapi bisa saja termometer (atau suhu tubuh anda) menunjukkan angka 40⁰C, padahal anda tidak sakit demam.
        Dengan demikian, konsep suhu tubuh dan demam tidak konsisten. Untuk itu perlu dipahami lebih dalam pengertian antara konsep dengan kenyataan empiris.
        Kesimpulannya, penelitian yang baik harus memiliki reabilitas yang tinggi sekaligus memiliki validitas yang tinggi pula.

2. jenis Pertanyaan

Ada dua jenis pertanyaan, yaitu terbuka (open-ended question) dan tertutup (close-ended question)

2.1 Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang tidak menggiring kejawaban yang sudah ditentukan dan tinggal dipilih dari alternatif yang ditawarkan.
Contoh: Menurut pendapat anda merek mie instan apa yang paling disukai anak-anak?

2.2 Pertanyaan Tertutup
Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang sudah menggiring ke jawaban yang alternatifnya sudah ditetapkan (ya atau tidak).
Contoh: Apakah anda sudah mendengar bahwa Edi Kancil meloloskan diri?
                          (1) Ya     (2) Tidak

2.3 Kombinasi Tertutup dan Terbuka
1. Ada sementara orang yang beranggapan bahwa kebebasan berpolitik di negeri ini tidaklah seperti yang diharapkan. Menurut anda sampai seberapa jauhkah kebebasan yang anda rasakan untuk hidup di negeri ini?

2. Dalam hal apakah anda merasa tidak begitu bebas?
3. Dengan mempertimbangkan berbagai segi, seberapa jauh kepuasan anda mengenai kehidupan   berpolitik di negeri ini?


  3. Petunjuk Membuat Pertanyaan

   3.1 Gunakan Kata-Kata Sederhana
   Gunakan kata-kata yang sederhana yang diketahui oleh semua responden. Hindari istilah yang   hebat tetapi responden kurang atau tidak mengerti.
Contoh: Bagaimana status perkawinan Bapak?
                 Lebih baik:  Apakah Bapak beristri?

3.2 Pertanyaan Jelas dan Khusus
Usahakan pertanyaan jelas dan khusus.
Contoh: Berapa orang berdagang disini?
                 (disini:, maksudnya didalam toko, di pasar)

3.3 Pertanyaan Berlaku Bagi Semua Responden
Usahakan agar pertanyaan berlaku untuk semua responden.
Contoh: Apa pekerjaan saudara sekarang?
           (Ternyata dia menganggur! Seharusnya ditanyakan dahulu “Saudara bekerja?” Kalau   jawabannya “ya”, lalu ditanyakan apa pekerjaannya.)

3.4 Berkaitan dengan Masalah dan Sasaran Penelitian
Pertanyaan harus berkaitan dengan masalah penelitian dan sasaran-sasaran penelitian. (Setiap pertanyaan dimaksudkan untuk memancing informasi yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian).

3.5 Tidak Ambigu
Pertanyaan harus jelas dan tidak mengandung tafsir majemuk.
Contoh: Bagaimana kondisi anda hari ini?
                (Kondisi keuangan, kesehatan, perkawinan, dsb?).

3.6 Tidak Menggiring
Pertanyaan tidak boleh menggiring responden untuk memberikan alternatif jawaban tertentu.
Contoh: Apakah anda telah membaca tulisan-tulisan tentang kredit macet konglomerat? (Jawabannya “Ya”)

3.7 Tidak Memuat Informasi yang Tidak Dimiliki oleh Responden
Pertanyaan tidak boleh memuat informasi (pengetahuan) yang tidak dimiliki oleh responden.
Contoh: Bagaiman pendapat anda mengenai nilai BCR proyek Kanindotex?

3.8 Tidak Memuat Hal yang bersifat  Pribadi dan Peka
Pertanyaan tidak boleh memuat hal-hal yang bersifat pribadi dan peka sehingga responden mungkin menolak menjawabnya.
Contoh: Pertanyaan mengenai penghasilan, atau menanyakan yang secara umum tidak disetujui. Misalnya, apakah Bapak pernah terlibat G30S?

3.9 Tidak Bersifat Klise
Pertanyaan tidak boleh bersifat klise, sehingga jawabannya juga cenderung klise (stereotip).
Contoh: Apakah Bapak  senang berpenghasilan tinggi?


C. CONTOH KUESIONER

1. Tingkat Kepuasan Penghuni
1.1. Menurut Bapak/Ibu apakah faktor-faktor berikut ini dapat memberikan kepuasan tertentu. Pilihlah salah satu faktor-faktor berikut ini yang lebih mencerminkan pendapat Bapk/Ibu mengenai rumah yang Bapak/Ibu tempati.
        
Sangat puas/Puas/Netral/Tidak Puas/Sangat Tidak Puas.

1.2. Selanjutnya, kami ingin menegtahui pendapat Bapak/Ibu mengenai seberapa pentingnya semua faktor-faktor tersebut diatas dalam kaitannya dengan kondisi rumah. Sebutkan lima hal yang paling penting , mulai dari 1 =sangat penting sampai 5= kurang penting)


Tabel 1. Pertanyaan Mengenai Tingkat Kepuasan



Tabel 2. Tingkat Kepuasan Menurut Kondisi Rumah

        Keterangan:
1= Sangat tidak puas
2= Tidak puas
3= Netral
4= Puas
5= Sangat puas
6= Tidak ada data
7= Nilai indek




 Daftar Pustaka:
                  Rangkuti, Freddy. Riset Pemasaran. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2005
Churchill, Gilbert A. 2005. “ Dasar-Dasar Riset Pemasaran “, Edisi 4, Jilid 1, Alih Bahasa Oleh Andriani, Dkk, Penerbit Eirlangga, Jakarta.






Senin, 13 Oktober 2014

tulisan 1- Resensi Film The Fault In Our Star


Film The Fault In Our Star adalah film favorit saya. film drama romantis ini menyuguhkan tontonan yang indah, romantis dan membuat kita lebih bersyukur akan keadaan kita .
The Fault in Our Stars adalah novel keenam yang dikarang oleh penulis Amerika Serikat John Green. Novel ini mengisahkan tentang seorang pasien kanker berusia enam belas tahun bernama Hazel, yang dipaksa oleh orang tuanya untuk menghadiri kelompok pendukung, di mana dia kemudian bertemu dan jatuh cinta dengan Augustus Waters yang berusia tujuh belas tahun, seorang mantan pemain basket dan diamputasi.
Judul ini terinspirasi oleh satu baris dialog terkenal dari drama Shakespeare yang berjudul Julius Caesar (Act 1, adegan 2). Bangsawan Cassius berkata kepada Brutus, "Brutus, kesalahan itu tidak dalam bintang kita. Tapi dalam diri kita, bahwa kita adalah bawahan.
Pada bulan Januari 2012, hak film pada buku itu dimiliki oleh 20th Century Fox,  dan pada tanggal 19 Februari 2013, diumumkan bahwa Josh Boone akan mengarahkan film ini. Dan telah ditetapkan film ini akan dibintangi oleh Shailene Woodley, Ansel Elgort dan Nat Wolff.

Ringkasan Cerita 
 
Cerita terjadi di Indianapolis, Indiana, di mana seorang gadis berusia enam belas tahun bernama Hazel Grace Lancaster yang mengidap penyakit kanker, namun ia enggan menghadiri kelompok pendukung pasien kanker. Atas perintah ibunya, ia pun pergi ke kelompok pendukung itu. Karena kanker, dia menggunakan tabung oksigen portabel untuk bernapas dengan baik. Dalam salah satu pertemuan kelompok pendukung, ia melakukan kontak mata dengan seorang pemuda yang ternyata bernama Augustus Waters itu. Dia ada di sana untuk mendukung temannya, Isaac. Isaac memiliki tumor di salah satu matanya yang harus dioperasi, sehingga membuatnya buta. Setelah pertemuan berakhir, Augustus melakukan pendekatan dengan Hazel dan mengatakan bahwa dia tampak seperti Natalie Portman di V for Vendetta. Dia mengundang Hazel ke rumahnya untuk menonton film sambil membahas pengalaman mereka dengan kanker. Hazel mengungkapkan dia memiliki kanker tiroid yang telah menyebar ke paru-parunya. Augustus memiliki osteosarkoma, tapi dia sekarang bebas dari kanker setelah kakinya diamputasi. Sebelum Augustus mengantar Hazel pulang, mereka setuju untuk saling membaca novel favorit satu sama lain. Augustus meminjamkan Hazel novel berjudul The Price of Dawn (Ganjaran Fajar), dan Hazel merekomendasikan novel berjudul An Imperial Affliction (Kemalangan Luar Biasa).
Hazel menjelaskan kehebatan An Imperial Affliction (Kemalangan Luar Biasa): Ini adalah sebuah novel tentang seorang gadis bernama Anna yang memiliki kanker, dan itu satu-satunya cara dia mengerti hidup dengan kanker yang cocok dengan pengalamannya. Dia menggambarkan bagaimana novel itu berakhir di tengah-tengah kalimat dengan sangat menjengkelkan, membayangkan penutup cerita tentang nasib karakter novel ini. Dia berspekulasi tentang penulis misterius novel ini, Peter Van Houten, yang melarikan diri ke Amsterdam setelah novel diterbitkan dan tidak pernah terdengar lagi sejak itu.
Seminggu setelah Hazel dan Augustus membahas makna sastra dari isi An Imperial Affliction (Kemalangan Luar Biasa), Augustus dengan ajaib mengungkapkan bahwa ia berhasil melacak keberadaan asisten Van Houten, Lidewij, dan melalui Lidewij, Augustus berhasil memulai korespondensi email dengan Van Houten yang suka menyendiri. Dia memberitahu isi email Van Houten kepada Hazel, dan Hazel membuat suatu daftar pertanyaan untuk dikirimkan kepada Van Houten, berharap dapat menjernihkan kesimpulan ambigu novel itu. Hazel adalah yang paling peduli dengan nasib ibu Anna. Dia berpikir bahwa jika ibu Anna bertahan dengan kematian putrinya, maka orang tuanya sendiri akan baik-baik saja setelah Hazel meninggal. Van Houten akhirnya menjawab, mengatakan ia hanya bisa menjawab pertanyaan Hazel secara pribadi. Dia mengundang dia untuk mampir jika dia berada di Amsterdam. Tak lama setelah Augustus mengajak Hazel untuk piknik, ternyata dia merencanakan piknik Belanda bertema rumit di mana ia mengungkapkan bahwa sebuah yayasan amal memberikan pengabulan cita-cita anak-anak yang mengidap kanker telah setuju untuk memberikannya: ia mengambil dua dari mereka agar dapat pergi ke Amsterdam untuk bertemu Van Houten. Hazel senang, tapi ketika ia menyentuh wajahnya dia memiliki beberapa alasan untuk merasa ragu. Seiring waktu dia menyadari bahwa dia menyukai Augustus, tapi dia tahu dia akan menyakiti Agustus ketika dia meninggal. Dia membandingkan dirinya dengan sebuah granat.
Di tengah perjuangannya atas apa yang harus dilakukannya tentang Augustus, Hazel tiba-tiba mendapat kasus serius di mana paru-parunya dipenuhi cairan dan dia terpaksa dibawa ke ICU. Ketika dia sadar, dia mengetahui bahwa Augustus tidak pernah meninggalkan ruang tunggu rumah sakit. Augustus memberikan Hazel surat lain dari Van Houten, yang satu ini lebih pribadi dan lebih samar daripada yang terakhir. Setelah membaca surat itu, Hazel lebih yakin dari sebelumnya untuk pergi ke Amsterdam. Ada masalah meskipun: orang tuanya dan tim dari dokternya berpikir Hazel tidak cukup kuat untuk melakukan perjalanan. Situasi itu tampak hanya seperti sebuah harapan sampai salah satu dokter yang paling mengerti dengan kasusnya, dr. Maria, meyakinkan orang tua bahwa Hazel bahwa Hazel harus melakukan perjalanan ini karena dia perlu menjalani hidupnya.
Rencana yang dibuat untuk Augustus, Hazel, dan Ibu Hazel untuk pergi ke Amsterdam berjalan lancar. Tapi ketika Hazel dan Augustus bertemu Van Houten mereka baru mengetahui bahwa, Van Houten bukan seorang penulis produktif yang jenius, melainkan seorang pemabuk yang kejam dan mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan Hazel. Keduanya pun kecewa dan meninggalkan Van Houten. Mereka mengucapkan, dan disertai dengan Lidewij, yang merasa ngeri dengan perilaku Van Houten, mereka tur ke rumah Anne Frank.